Page

Jumat, 22 Juli 2011

KATA-KATA MANIS UNTUK MU UKHTY....

♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥ ♥♥ ✿♥ ✿♥ ✿♥ ... ( KATA-KATA MANIS UNTUK MU UKHTY) ...✿♥ ✿♥ ✿♥♥. ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥ Bismillahirrohmanirrohim ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ Unek-unek untuk m...u UKHTY Jangan ngambek lo ya UKHTY ... Biar tambah Ilmu ... Kalau sampai UKHTY ngambek berarti hati ukhty memang merasa tersingung dong hehehehe ... senyum santun ^_^ ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ Ukhty...ukhty Di bilang sexy / ayu Saja langsung gr ... malah-malah Besok ganti baju yg lebih sexy lagi .. Sampai-sampai jilbab nya di tinggal kan Terus jalan-jalan makai celana ketat/rok pendek Jalan megal megol biar kaum adam terpesona Baju pun makai ketat hingga kaum Ikhwan Memandang sampai melotot .. sampai-sampai Air liur nya menetes .... ceees ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ Ukhty ..ukhty Di rayu Ikhwan saja langsung jatuh hati Hingga ikhwan mengutarakan cinta kamu terima Rindu jadi membara-bara Tidur tak nyeyak/makan pun tak enak Si Ikhwan tlpn/sms mengutarakan kangen melulu Ingin nya cium melulu Haduh-haduh .. dunia dah terbalik teryata Tau kah ukhty kita sudah terlanjur terjabak maksiat Kalau kita tidak memperbaiki nya Maka akan menambah maksiat dan dosa kita" ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ Ukhty..ukhty Gayanya gaul ..katanya gaul Hingga ikut pergaulan ... nongkrong pinggir jalan Sampai-sampai kata-kata pun jadi ikut gaul Jadi hilang kesopanan.. Duuuuh ....... sama emak bapak pun tak sopan Malah terbalik .. ngomong sama orang tua teriak-teriak Echhhhh sama Ikhwan .. kalau ngomong sok alim .... Ukhty... hilang lah harga diri jadi kaum hawa ini Kalau harga dirimu tidak engkau jaga ... ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ Ukhty..ukhty Face book aja pakai foto sexy Biar kaum adam pun kesemsem sama fotonya ... Suit ..suit... simpen foto ach buat kenang-kenangan Tar terus edit-editan .. jadi sexy ... Bisa-bisa jadi artis se yahoo dah gara-gara foto Tersebar ke mana-mana.... Isa-isa inbokan minta nomer tlpn ... Terus ajak chating bersama .... Ukhty..ukhty .. ngak ada habisnya ngomongin tentang kamu Di suruh makai baju tertutup malah buka aurat Di suruh makai kudung malah di cepat cepot kudung nya Di suruh ngomong sopan dikit .. malah bentak-bentak Terus bagaimana dengan cita-cita mu menjadi Istri sholehah/menjadi Bidadari impian surga nanti Kalau perintah Allah engkau abaikan Larangan Allah engkau kerjakan ... Dah ... terus mau bagaimana penerus Pejuang kaum hawa ini ...???? Ya..Ukhty kasian penurus mu nanti jika engkau Tidak belajar dari sekarang untuk memperbaik diri... Ya ukhty ... tidak kah engkau malu ke pada ALLAH YANG MAHA MELIHAT ... Ya Allah..... Hinanya diri ku ini ya Allah... Kotornya diri ku ini ya Allah... Jijiknya diri ku ini ya Allah... Berilah hidayah padaku ya Allah... Janganlah Kau tinggalkan aku walau sesaat Pimpinlah aku dalam setiap detik perbuatanku Aku tidak sanggup jika Kau berpaling dari memandang diri ini Tidak sanggup ya Allah Segala-galanya aku berserah pada Mu Aku tidak dapat membayangkan diriku tanpa pimpinanMu ya Allah Aku tidak sanggup menjadi sehina-hina manusia pada pandanganMu Astaghfirullahal'azim Ampunilah aku dalam setiap kejahilan dan kelekaanku Hanya pada Engkau aku bergantung dan mengharap segala-galanya Aamiin ...Ya..Rabb .... mohon maaf sekali lagi ukhty-ukhty ana bukan lah ulama-ulama pinter akan agama ana juga sama dengan ukhty-ukhty di sini sedang mempelajari ilmu agama semoga baik untuk ukhty dan juga baik untuk ana sendiri jika ada kesalahan note dari ana ^_^ senyum santun semoga bisa membantu untuk memperbaik diri ukhty .... I LOVE YOU KARENA ALLAH SAHABAT FILLAH KU ★  *  ★   *★   *   ★ *  ★ ( MENCINTAI MU KARENA ALLAH ) (´'`v´'`) `*•.¸.•*´ ¸.•´¸.•**¨)¸.•*¨) (¸.•´ (¸.•´¸¸.*¨*¨`*♥ ~ By.ADMIN Ukhty La Tahzan ~ ♥

Sabtu, 02 Juli 2011

Kumpulan Kata Bijak Islami




KATA-KATA BIJAK KEHIDUPAN | KATA-KATA BIJAK AGAMA

Tiga sifat manusia yang merusak adalah : kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, serta sifat mengagumi diri sendiri yang berlebihan. ~ Nabi Muhammad Saw
Pahlawan bukanlah orang yang berani menetakkan pedangnya ke pundak lawan, tetapi pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah. ~ Nabi Muhammad Saw
Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. ~ Nabi Muhammad SAW
Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ~ Nabi Muhammad SAW
Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. ~ Nabi Muhammad SAW
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. ~ Nabi Muhammad SAW
Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. ~ Imam Al Ghazali
Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. ~ Khalifah ‘Umar
Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. ~ Ibnu Mas’ud
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. ~ Khalifah ‘Ali
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. ~ Ibnu Mas’ud
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. ~ Khalifah ‘Ali
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. ~ Khalifah ‘Umar
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. ~ Imam An Nawawi
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. ~ Sayidina Abu Bakar
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. ~ Sayidina Umar bin Khattab
Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki. ~ Sayidina Umar bin Khattab
Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan yaitu : Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau; hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau; hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau; adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna. ~ Sayidina Abu Bakar
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ~ Sayidina Umar bin Khattab
Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Tiada sholat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’.
Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’.
Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.
~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.
Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya. Siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya. Siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara’. Sedang orang yang tidak wara’ itu berarti hatinya telah mati. ~ Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah :
1. Hatinya selalu berniat suci. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah.
2. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa).
3. Segala perkara dihadapinya dengan sabar dan tabah.
4. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.
~ Sayidina Utshman bin Affan
Tiada yang lebih baik dari dua kebaikan : Beriman pada Allah dan bermanfaat bagi manusia. Tiada yang lebih buruk dari dua kejahatan : Syirik pada Allah dan merugikan manusia.
Tiga tanda kesempurnaan iman : Kalau marah, marahnya tidak keluar dari kebenaran. Kalau senang, senangnya tidak membawanya pada kebatilan. Ketika mampu membalas, ia memaafkan.
Dengannya Allah kuburkan kedengkian, Dengannya Allah padamkan permusuhan; Melaluinya diikat persaudaraan; Yang hina dimulyakan. Yang tinggi direndahkan.
Jika orang dapat empat hal, ia dapat kebaikan dunia akhirat: Hati yang bersyukur, lidah yang berzikir, badan yang tabah pada cobaan, dan pasangan yang setia menjaga dirinya dan hartanya.
Nabi ditanya bermanfaatkah kebajikan setelah dosa? Ia menjawab: Taubat membersihkan dosa, kebaikan menghapuskan keburukan.
Manusia Paling baik adalah orang yang dermawan dan bersyukur dalam kelapangan, yang mendahulukan orang lain, bersabar dalam kesulitan.
Tiga manusia tidak akan dilawan kecuali oleh orang yang hina : orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya, orang cerdas cendikia dan imam yang adil.
Tiada musibah yang lebih besar daripada meremehkan dosa-odsamu dan merasa ridho dengan keadaan rohaniahmu sekarang ini.
Hati Adalah Ladang. Sesungguhnya setengah perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam, dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karna jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik), niscaya tumbuh sebahagiannya.
** Dari berbagai sumber

Selasa, 17 Mei 2011

*** sedang ingin mengingat ibu, mami......





Anakku...
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka
ibu akan memilih mengandungmu?
Karena dalam mengandungmu
ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak...

Engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata

Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia

Saat itulah...
Saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku...
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,
atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku...
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku...
Hidup memang pilihan...
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak...
Maafkan ibu...
Maafkan ibu...
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak...
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak...
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu...


hikzhikzhikz.............

Sabtu, 07 Mei 2011

Islam Is My Choice

Penderitaan Mereka adalah Inspirasi Hidayah PDF Print E-mail
Monday, 26 April 2010 21:15

Ditulis Oleh: M. Syamsi Ali

Dua minggu lalu, selepas jum’at saya menemukan secarik kerta di atas meja kantor saya di Islamic Cultural Center of New York . Isinya kira-kira berbunyi ‘I have been trying to reach you but never had a good luck! Would you please call me back? Karen’. Berhubung karena berbagai kesibukan lainnya, saya menunda menelpon balik Karen higga dua hari lalu. ‘Oh….thank you so much for getting back to me!’, jawabnya ketika saya perkenalkan diri dari Islamic Center of New York. ‘I am really sorry for delaying to call you back’, kata saya, sambil menanyakan siapa dan apa latar belakang sang penelpon.

‘Hi, I am sorry! My name is Karen Henderson, and I am a professor at the NYU ( New York University )’, katanya.

‘And so what I can do for you?’ tanyaku. Dia kemudian menanyakan jika saya ada beberapa menit untuk berbicara lewat telpon. ‘Yes, certainly I have, just for you, professor!’ candaku. ‘Oh.. that is so kind of you!’, jawabnya.

Karen kemudian bercerita panjang mengenai dirinya, latar belakang keluarganya, profesinya, dan bahkan status sosialnya.

‘I am a professor teaching sociology at the New York University’, demikian dia memulai. Namun menurutnya lagi, sebagai sosiolog, dia tidak saja mengajar di universitas tapi juga melakukan berbagai penelitian di berbagai tempat, termasuk luar negeri. Karen sudah pernah mengunjungi banyak negara untuk tujuan penelitiannya, termasuk dua negara yang justeru disebutnya sebagai sumber inspirasi. Yaitu Pakistan dan Afghanistan .

‘I spent more than 3 years in those countries, and mostly in villages’, katanya. ‘During those three years, I have a lot memories about the people. They are simply amazing’, lanjutnya.

Tidak terasa Karen berbicara di telpon hampir 20 menit. Sementara saya hanya mendengarkan dengan serius dan tanpa menyela sekalipun. Selain karena cara Karen berbicara sangat menarik, informative dan disampaikan dalam bahasa yang jelas, saya menjadi lebih tertarik mendengar. Mungkin karena dia adalah seorang professor, jadi dalam berbicara dia sangat sistimatis dan eloquent.

‘Karen, that is a very interesting story. I am sure what you did experience in Pakistan I did as well. I lived in Pakistan 7 years, and had an opportunity to visit many of those areas you did mention’, kataku.

‘But what did you want to tell me out this story?’, tanyaku lagi

Nampaknya Karena menarik napas, lalu menjawab. Tapi kali ini dengan suara lembut dan agak lamban. ‘Sir, I wanted to know further Islam, the religion of those people. They are sweet people, and I think I have inspired by them in many ways’, katanya.

Tapi karena waktu yang tidak terlalu mengizinkan untuk saya banyak berbicara lewat telpon, saya meminta Karen untuk datang ke Islamic Center keesokan harinya (Sabtu lalu). Diapun menyetujui dan disepakatilah pukul 1:30 siang, persis jam ketika saya mengajar di kelas khusus non Muslim, Islamic Forum for non Muslims.

Keesokan harinya, Sabtu, saya tiba agak telat. Sekitar pukul 12 siang saya tiba, dan pihak security menyampaikan bahwa dari tadi ada seorang wanita menunggu saya. ‘She is the mosque’ (maksudnya di ruang shalat wanita). Saya segera meminta security untuk memanggil wanita tersebut ke kantor untuk menemui saya.

Tak lama kemudian datangnya seorang wanita dengan pakaian ala Asia Selatan (India Pakistan). Sepasang shalwar dan Gamiz, lengkap dengan penutup kepala ala kerudung Benazir Bhutto. ‘Hi, sorry for coming earlier! I can wait at the mosque, if you are still busy with other things’, kata wanita baya umur 40-an tahun itu. Dia jelas Amerika berkulit putih, kemungkinan keturunan Jerman.

‘Not at all, professor! I am free for you’, jawabku sambil tersenyum. ‘Have your seat, but let me go around the school for five minutes’, mintaku untuk sekedar melihat-lihat weekend school program hari itu.

Setelah selesai melihat-lihat beberapa kelas pada hari itu, saya kembali ke kantor. ‘I am sorry Professor!’, sapaku. ‘Please do call me by name, Karen!’, pintanya sambil tersenyum. ‘You know, I like to address people respectfully, and I really did not know how to address you’, kataku. ‘In some countries, people love to be known with their professional title. But I know Americans are not’, lanjutku sambil ketawa kecil.

Kita kemudian hanyut dalam pembicaraan dalam berbagai hal, mulai dari isu hangat tentang kartun Nabi Muhammad SAW di sebuah komedi kartun Amerika, hingga kepada asal usul Karen itu sendiri. ‘I am a Jew by birth. My Parents are Jews, but you know, especially my father, he doesn’t believe in the religion any more’, katanya. Bahkan menurutnya, ayahnya itu seringkali menilai konsep tuhan sebagai sekedar alat repression (menekan) sepanjang sejarah manusia.

Namun menurut Karen, walaupun tidak percaya agama dan mengaku tidak percaya tuhan, ayahnya masih juga merayakan hari-hari besar Yahudi, seperti Hanukkah, Sabbath, dll. ‘These celebrations, as most Jews do, are no more than heritage traditions’, jelasnya. ‘Judaism is think not a religion, in the sense that it is more about culture and family’, sambungnya lagi.

Dalam hatiku saya mengatakan bahwa semua itu bukan baru bagi saya. Sekitar 60 persen atau lebih Yahudi di Amerika Serikat adalah dari kalangan sekte ‘Reform’ (Pembaharu). Mereka ini ternyata telah melakukan reformasi mendasar dalam agama mereka, termasuk dalam hal-hal akidah atau keyakinan. Sekte Reform misalnya sama sekali tidak percaya lagi kepada kehidupan akhirat. Saya masih teringat dalam sebuah diskusi di gereja Marble Collegiate tahun lalu tentang konsep kehidupan. Pembicaranya adalah saya dan seorang Pastor dan Rabbi dari Central Synagogue Manhattan. Ketika kita telah sampai kepada isu hari Akhirat, Rabbi tersebut mengaku tidak percaya.

Tiba-tiba salah seorang hadirin yang juga murid muallaf saya keturunan Rusia berdiri dan bertanya ‘And so, if you don’t believe in the life after death, why you have to go to your synagogue, worship, wearing yarmukka, giving charity, etc.? Why do you think it is necessary to be honest, be helpful to others? And why we have to avoid things we must avoid?’, tanyanya panjang lebar.

Sang Rabbi hanya tersenyum dan menjawab singkat ‘we do all those because that what we have to be and do’.
Mendengar jawaban sang Rabbi, semua hadirin hanya tersenyum, dan bahkan banyak yang tertawa.

Kembali ke Karen, kita kemudian hanyut dalam dialog tentang konsep kebahagiaan. Menurutnya, sebagai seorang sosiolog, dia telah melakukan banyak penelitian dalam berbagai hal yang berkaitan dengan bidangnya. Pernah ke Amerika Latin, Afrika, beberapa negara Eropa, dan juga Asia , termasuk Asia Selatan. ‘But one thing I have to tell, those Pakistanis and Afghanis are simply amazing people’, katanya. ‘What really amazed about them?’ tanyaku.

‘Many, their religiosity and commitment to the religion, among others. But I think the most amazing about them is their strength and enduring in nature in their daily life’, katanya panjang lebar. ‘I am amazed how these people are so strong and looking happy despite the very challenging life that they are in’, jelasnya lagi.

Saya tidak pernah menyangka kalau Karen tiba-tiba meneteskan airmata di tengah-tengah pembicaraan kami. Dia seorang professor yang senior, walau masih belia dalam umur. Tapi juga pengalamannya yang luar biasa, menjadikan saya lebih banyak mendengar. Di tengah-tengah membicarakan ‘kesulitan hidup’ orang-orang Afghanistan dan Pakistan , khususnya di daerah pegunungan-pegunungan, dia meneteskan airmata tapi sambil melemparkan senyum. ‘I am sorry, I am very emotional with this story?’, katanya.
Segera saya ambil kendali. Saya bercerita tentang konsep kebahagiaan menurut ajaran Islam. Bahkan berbicara panjang lebar tentang kehidupan dunia sementara, dan bagaimana Islam mengajarkan kehidupan akhirat itu sendiri. ‘No matter how do you live your life here, it is temporary and unfulfilling. There must be some where, sometime where we will live eternally and all dreams and wishes will be fulfilled’, jelasku. ‘This belief gives us an immense strength and determination to live our lives at fullest, no matter how circumstances may surround that life itself’.

Tanpa terasa adzan Dhuhr dikumandangkan. Saya pun segera berhenti berbicara. Nampaknya Karen paham bahwa ketika adzan didengarkan maka kita seharusnya mendengarkan dan menjawab. Mungkin dia sendiri tidak paham apa yang seharusnya diucapkan, tapi dia tersenyum ketika saya meminta maaf berhenti berbicara.
Setelah adzan saya melanjutkan sedikit, lalu saya tanya kepada Karen. ‘And so, what really makes you calling me the other day?’

‘I want to tell you that my mind constantly remember those people. My memory reminds me about how they happy are, while we Americans with all this fancy life, lacking of happiness..!’, katanya seolah marah.

‘And so what makes you contacting me? I mean why do you have to come and discuss with me?’ pancingku lagi.

Karen merubah posisi duduknya, tapi nampak sangat serius lalu berkata ‘I’ve thought this for long time. But I really don’t know what to do and how to proceed it. I wanted to become a Muslim!’, katanya mantap.

Saya segera menjelaskan bahwa untuk menjadi Muslim itu sebenarnya sangat mudah. Yang susah adalah proses menemukan hidayah. Jadi nampaknya anda sudah melalui prose situ, dan kini sudah menuju kepada jenjang akhir. ‘My question to you is are you really convinced that this is the religion that you believe to be the Truth?’, kataku lagi.

‘Yes, certainly no doubt!’, jawabnya tegas.

Saya segera memanggil salah seorang guru weekend school wanita untuk mengajarkan kepada Karen mengambil wudhu. Ternyata dia sudah bias wudhu dan shalat, hanya belum hafal bacaan-bacaan shalat tersebut.

Selepas shalat Dhuhur, Karen saya tuntun melafalkan ‘Ash-hadu an laa ilaaha illa Allah wa ash-hadu anna Muhammadan Rasul Allah’, dengan penuh khusyu’ dan diikuti pekikan takbir ratusan jama’ah yang hadir.

Hanya doa yang menyertai semoga Karen Henderson dijaga dan dikuatkan dalam iman, tumbuh menjadi pejuang Islam di bidangnya sebagai professor ilmi-ilmu social di salah satu universitas bergengsi di AS. Amin!


New York, 26 April 2010

Hamas Nasheed

kegigihan mujahidin di palastine untuk melawan kebiadaban penjajah zionis yahudi

Rabu, 27 April 2011

Asbabun Nuzul ( Sebab Turun ) Surat Al-Ikhlas dan Tafsir.

TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
(MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH)
Makkiyyah. Surat Ke 112; 4 ayat.
 
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Surat Ini) : Imam Ahmad ?rahimahullah meriwayatkan dari Ubay bin Ka?ab ?Radhiallahu ?Anhu bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Muhammad ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam: ?Wahai Muhammad sebutkanlah sifat-sifat Tuhanmu kepada kami.? Lalu Allah menurunkan surat ini.? (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi dll)

Diantara Keutamaan Surat Al-Ikhlas:

Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam bersabda: ?Demi Dzat Yang jiwaku ada ditanganNya, sesungguhnya dia (surat Al-Ikhlas) sebanding sepertiga Al-Qur?an.? (HR. Bukhari dll).

Dikatakan sebanding dengan sepertiga Al-Qur?an karena kandungan Al-Qur?an ada tiga macam: Tauhid, kisah-kisah dan hukum-hukum. Dan dalam surat ini terkandung sifat-sifat Allah yang merupakan tauhid sehingga surat ini sebanding atau sama dengan sepertiga Al-Qur?an.
Dinamakan surat Al-Ikhlash karena didalamnya terkandung keikhlasan (tauhid) kepada Allah  dan dikarenakan membebaskan pembacanya dari syirik (menyekutukan Allah ).


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tauhid Uluhiyyah dan Larangan Menyekutukan Allah Ta?ala:

Katakanlah: ?Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1)

Katakanlah -wahai Muhammad Rasulullah ?Shallallahu ?Alaihi Wa ?Ala Alihi Wa Sallam:?Dia-lah Allah Yang Maha Esa dalam uluhiyyah (ketuhanan) Yang tiada satupun bersekutu denganNya di dalamnya.?

Kita Butuh Allah Ta?ala Sedangkan Allah Tidak Membutuhkan Kita:

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. (2)

Ibnu Abbas ?Radhiallahu ?Anhuma berkata: ?Ash-Shomad adalah yang bergantung kepadaNya semua makhluk untuk mendapatkan hajat-hajat dan permintaan-permintaan mereka.?
Beliau berkata pula tentang makna Ash-Shomad : ?Dia adalah As-Sayyid (Maha Pemimpin) Yang Maha sempurna dalam kepemimpinanNya, Asy-Syariif (Maha Mulia) Yang Maha sempurna dalam kemuliaanNya, Al-?Adhiim (Maha Agung) Yang Maha sempurna dalam keagunganNya, Al-Haliim (Maha Penyantun) Yang Maha sempurna dalam kesantunanNya, Al-?Aliim (Maha Mengetahui) Yang Maha sempurna dalam pengetahuanNya dan Al-Hakiim (Maha Bijaksana) Yang Maha sempurna dalam kebijaksaanNya. Dialah Yang Maha Sempurna dalam kemuliaan dan kepemimpinan dan Dia adalah Allah, inilah sifatNya yang tidak sepatutnya kecuali untuk Dia. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada pula sesuatu yang seperti Dia. Maha Suci Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan (musuh-musuhNya).?

Allah Ta?ala Tidak Mempunyai Anak dan Tidak Pula Mempunyai Bapak-Ibu:

Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (3)

Firman Allah: ?Dia tidak beranak? adalah merupakan bantahan terhadap tiga kelompok yang menyimpang lagi tersesat, yaitu: Orang-orang musyrik, yahudi dan nasrani. Orang-orang musyrik mengatakan bahwa malaikat adalah puteri-puteri Allah, orang-orang yahudi mengatakan bahwa ?Uzair anak Allah dan orang-orang nasrani mengatakan bahwa ?Isa adalah anak Allah. Allah membantah dan mendustakan mereka dengan firmanNya: ?Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan?.
Allah adalah Al-Awwal, yang sudah ada sebelum adanya segala sesuatu bagaimana mungkin Dia menjadi anak ?!.

Allah Ta?ala Tidak Beristeri dan Dia Maha Esa Dalam Segala-galanya:

Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia?. (4)

Dan tidak ada satupun yang setara dengan Dia dalam nama-nama dan sifat-sifatNya dan tidak pula dalam semua perbuatanNya, Dia Maha Berkah, Maha Suci lagi Maha Tinggi.
Mujahid ?rahimahullah berkata: ?Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia?, yakni tidak ada isteri bagiNya.? 
 
 

Senin, 25 April 2011

Keajaiban Al-Qur'an karya Harun Yahya


Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.
Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini. The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.
http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html

Minggu, 24 April 2011

Kesadaran Pemuda Islam Indonesia.

Perjalanan bangsa Indonesia selalu menghadirkan orang-orang luar biasa yang menghiasi sejarah kita dengan ketekunan mereka yang langka dibandingkan zaman kita saat ini, kesabaran yang tidak berujung, keyakinan yang teguh, seolah-olah mereka sudah melihat akhir perjuangan mereka, kepedulian akan nasib sebangsa yang membuat mereka jarang tidur dengan nyenyak, dan yang paling mengagumkan dari itu semua adalah mereka melakukannya atas nama tugas sebagai seorang muslim yang tidak lain hadir ke dunia ini untuk menegakkan yang benar, menyebarkan keadilan, menyuburkan manfaat, dan membebaskan manusia dari penjajahan yang sebenarnya wujud lain dari sikap arogan untuk menjadikan sebagian manusia menjadi hamba dari sebagian manusia yang lain.
H.O.S Cokroaminoto adalah pemimpin umat yang rumahnya sederhana dan berada di gang. Pemuda Soekarno adalah orang yang tidak lupa dengan perkataan insya ALLAH dan mempopulerkan peci sebagai identitas bangsanya yang sebagian besar muslim sekaligus menunjukkan pada penjajah bahwa dirinya tidak malu mewakili rakyatnya yang dianggap hina saat itu .
Pemuda Hatta adalah lulusan barat yang tidak merasa sungkan ketika dalam jamuan bersama kolega-kolega asingnya ia makan dengan menggunakan tangannya, sebagaimana Rasul junjungannya, di hadapan rekan – rekannya yang tertawan untuk mengikuti adab 'orang terhormat' di meja makan.
Haji Agus Salim adalah seorang suami yang membuat istrinya tersipu ketika ia sering mencium mesra pipi istrinya di keramaian, dengan beralasan Rasulullah Saw sendiri sering menunjukkan kemesraan terhadap istrinya di hadapan umat.
Pemuda Natsir adalah pemimpin pemerintahan termuda dalam sejarah Indonesia ketika ia menjabat perdana menteri dalam usia 41 tahun, atas jasanya mempersatukan kembali bangsa Indonesia yang sebelumnya terpecah-pecah dalam Republik Indonesia Serikat skenario Belanda di Konferensi Meja Bundar, dan dikenal sebagai pejabat yang tidak malu memakai baju yang bertambal.
Pemuda Hamka masih berusia 30 tahun ketika menghasilkan karya sastra yang hingga kini menjadi buku teks sastra di Malaysia dan Singapura.
Sungguh tidak ada apa – apanya kepribadian pemuda masa kini jika dibandingkan pendahulu-pendahulu kita. Lalu mengapa para pendahulu kita dahulu begitu teguh pendiriannya dalam memperjuangkan keyakinan mereka akan kebenaran? Mungkin jawabannya adalah mereka sadar bahwa bangsa mereka sedang menghadapi masalah luar biasa ketika yang lain menganggap masalah itu adalah hal biasa dan sudah turun temurun tidak terpecahkan.
Mereka sadar bahwa merekalah yang bertanggung jawab untuk membebaskan bangsanya karena merekalah anak bangsa yang berjumlah sangat sedikit yang sudah terdidik dan memahami apa yang tidak dipahami oleh mayoritas bangsanya. Mereka sadar bahwa terlalu sia-sia kapasitas mereka jika hanya diolah untuk diri mereka sendiri sedangkan mereka tahu pasti bahwa rakyat membutuhkan kehadiran mereka untuk bersama-bersama menyelesaikan persoalan. Mereka yakin bahwa jalan yang benar itu adalah jalan yang terjal dan mendaki, yang tidak pernah lepas dari lontaran pesimisme orang-orang sekitar, hinaan dan ejekan, keterasingan di tengah keramaian, dan perendahan harga karakter seorang manusia ketika hanya dinilai dari materi yang berhasil dikumpulkannya.
Sadar sama artinya dengan terjaga. Mereka yang tidak sadar adalah mereka yang tidur pulas dalam buaian zaman tanpa pernah risau dengan ujung perjalanan peran dan tugas mereka sebagai manusia. Mereka yang tidak sadar adalah mereka yang terlalu sering mengabaikan hati kecil sehingga sudah tidak sensitif lagi membedakan mana yang berarti dan sejati, dan mana yang hanya berpura-pura dan semu. Mereka yang tidak sadar adalah mereka yang mengendapkan idealisme dan hidayah yang tidak semua manusia terpilih untuk memperolehnya. Mereka yang tidak sadar adalah mereka yang menerjunkan diri dalam rutinitas tidak bervisi dan membiarkan diri mereka sendiri tidak tahu kapan bisa keluar dari jeratan aktivitas yang memosisikan kata hati pada urutan belakang.
Pemuda Islam yang sadar dan terjaga adalah pemuda yang berkalimat tauhid. Pemuda Islam yang tidak terjaga adalah pemuda yang sudah lupa dengan definisi ilah dari syahadatnya.
“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana ALLAH telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (tauhid) seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan ALLAH membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk (ber-ilah selain ALLAH) seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. ALLAH meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (tauhid) di dunia dan di akhirat; dan ALLAH menyesatkan orang-orang yang zalim dan ALLAH berbuat apa yang dia kehendaki. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat ALLAH dengan ingkar kepada ALLAH dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan ? Yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.“ (Q.S. Ibrahim 24 – 29)
Terbaharunya kebangkitan suatu bangsa tidak menunggu ketika seluruh masyarakat bangsa itu bangkit dan bergerak tapi 'hanya' menunggu tampilnya sekelompok pemuda yang memiliki kesadaran dan terjaga.
Profil Singkat

Ibnu Kahfi Bachtiar adalah Mahasiswa S2 bidang energi terbarukan pada Universitas Oldenburg (Jerman) , saat ini sedang menyelesaikan tesis di Forschungszentrum Juelich.