Page

Selasa, 15 November 2011

Makan Minum sambil berdiri, Menyalahi sunnah ?

“Ustadz, koq ustadz makannya sambil berdiri sih !“, celoteh seorang siswi kelas 3 SDIT di sebuah daerah di wilayah Tangerang-Banten.
 
Celotehan gadis kecil tersebut terdengar polos namun bermakna. Gadis kecil tersebut menegur ustadznya yang makan sambil berdiri. Seharusnya seorang ustadz memberikan teladan siswa-siswinya dengan tidak makan sambil berdiri. Mungkin ustadz tersebut sedang khilaf dan Allah mengingatkannya melalui seorang gadis kecil yang polos. Memang tidak bisa dipungkiri kebiasaan makan dan minum sambil berdiri masih sulit untuk dihilangkan. Apalagi kalau melihat orang-orang yang mafhum dalam masalah agama masih sering melakukannya. Padahal Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mengajarkan umatnya untuk makan dan minum sambil berdiri, malah terkadang ada yang sambil berjalan.
 
Bagi orang-orang yang hidup di negara maju, kebiasaan yang satu ini memang sudah menjadi trend, dengan alasan efisiensi waktu. Di Jepang, Amerika, Australia, dan Inggris hal seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah. Selain itu, banyak acara jamuan makan yang diadakan di Amerika dilakukan sambil berdiri, terlebih lagi ketika garden party. Itu wajar karena negara-negara tersebut bukanlah negara yang bernafaskan Islam dan umat Islam di negara-negara tersebut adalah kaum minoritas. Namun, siapa sangka ternyata kebiasaan tersebut sudah mulai ditiru oleh beberapa negara Islam yang sudah terkena virus “sipilis“ alias sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme seperti negara Mesir. Orang makan sambil berdiri ataupun minum sambil berjalan di pinggiran jalan sudah menjadi hal yang lumrah dan bukan suatu hal yang tabu di negeri Nabi Musa ‘alaihi salam tersebut.
 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
 
“Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qatadah berkata :“Bagaimana dengan makan?“ Beliau menjawab :“Itu lebih buruk“. (HR. Muslim dan Tirmidzi)
 
Dan juga sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Muslim :
 
Bersabda Nabi dari Abu Hurairah, “Jangan kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan!“ (HR. Muslim)
 
Memang ada beberapa hadits lain dalam Riyadh ash-Shôlihîn yang menyebutkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pernah minum sambil berdiri. Salah satunya ketika beliau diberi air zamzam oleh Ibnu Abbas dan beliau meminumnya sambil berdiri. Rasulullah meminum air zamzam tersebut sambil berdiri dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk. Dan beliau melakukan tersebut dalam keadaan yang mendesak dan tidak menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Makan dan minum sambil duduk lah yang lebih beliau prioritaskan. Dalam keadaan mendesak yang mengharuskan seorang Muslim untuk makan atau pun minum sambil berdiri seperti penuh sesaknya manusia di tempat-tempat suci atau dalam ibadah haji atau pun umrah, maka diperbolehkan. Disamping itu, ternyata makan dan minum sambil berdiri tidak baik untuk kesehatan.
 
Menurut dr. Abdurrazaq Al-Kailani minum dan makan sambil duduk lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan. Karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Selain itu, minum sambil berdiri dapat menyebabkan jatuhnya cairan ke dalam usus dengan keras dan menabrak dinding-dinding usus secara kasar. Apabila hal tersebut dilakukan secara kontinu dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan usus menjadi melar dan jatuh, dan akhirnya mengalami disfungsi pencernaan. Sama halnya dengan makan dan minum sambil berjalan. Makan dan minum sambil berjalan adalah sama sekali tidak sehat, tidak sopan, tidak etis, dan tidak pernah dikenal dalam Islam dan kaum muslimin.
 
Menurut dr. Ibrahim Al-Rawi dalam sebuah artikel yang berjudul “Larangan Minum Sambil Berdiri“ di majalah Qiblati edisi 04, manusia pada saat berdiri dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, agar mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya, sehingga dapat berdiri dengan stabil dan sempurna. Ini merupakan pekerjaan yang sangat teliti dan membutuhkan partisipasi dari semua susunan syaraf dan otot secara bersamaan yang membuat manusia menjadi tidak tenang dan rileks. Padahal syarat terpenting supaya dapat makan dan minum dengan baik adalah tenang dan rileks sehingga makanan atau pun minuman yang masuk ke dalam lambung dapat dicerna dengan baik. Dalam keadaan duduk, syaraf dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap menerima makanan dan minuman dengan cepat.
Add caption
 
Dokter Al-Rawi juga menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap dalam keadaan berdiri dapat berdampak pada refleksi syaraf yang dilakukan oleh reaksi syaraf kelana (syaraf otak kesepeluh) yang banyak menyebar di lapisan endotel yang mengelilingi usus. Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, maka dapat menyebabkan tidak berfungsinya syaraf (Vagal Inhibitoin) yang parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan bahkan meninggal. Disamping itu makan dan minum sambil berdiri yang dilakukan secara kontinu dapat membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Menurut para dokter 95% luka pada lambung terjadi pada tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.
 
Selain itu, minum sambil duduk membuat air yang masuk disaring terlebih dahulu oleh Spinchter. Spinchter adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka dan menutup. Setiap air minum yang masuk akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Spinchter adalah gerbang yang berkontraksi (menutup) dan melakukan rileksi (membuka) dan memiliki jumlah otot 50 yang tersebar di berbagai saluran lubang manusia.
 
Contohnya spinchter yang terdapat di dalam tenggorokan yang disebut epiglotis. Epiglotis digunakan untuk menutup tenggorokan saat menelan, supaya tidak ada makanan atau cairan yang masuk ke dalam paru-paru. Spinchter memiliki peran yang penting dalam urusan sekresi.
 
Oleh karena itu, air yang diminum sambil berdiri akan langsung jatuh ke kandung kemih tanpa disaring lagi. Dan apabila tidak terjadi penyaringan dan langsung menuju kandung kemih, maka akan terjadi pengendapan pada saluran ureter, karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Dan hal inilah yang sering menyebabkan penyakit kristal ginjal. Sebuah penyakit yang cukup parah yang disebabkan oleh hal yang terlihat sepele. So, apa salahnya kita mencoba hidup sehat dengan membiasakan diri untuk tidak minum dan makan sambil berdiri?
 
Wallahu a’lam bishowab
By : Ar-Rayyan

Tidak ada komentar: