Page

Senin, 10 Juni 2013

Mahfudzot Kelas 1 KMI dan Penjelasannya.

-->

Bagi kalangan Pondok Pesantren penyebutan Mahfudzhat sudah tidak asing lagi, karena sudah menjadi mata pelajaran wajib di setiap Pondok Pesantren di samping mempelajari Bahasa Arab sebagai induk untuk memahaminya, akan tetapi agar para Santri ( Pelajar ) juga dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari mutiara Ulama - ulama terdahulu yang penyebutannya dalam Bahasa Arab. 
Mahfudhat menurut bahasa adalah Kata mutiara, yang dalam Bahasa Inggris di sebut Wise Word. akan tetapi Kata-kata mutiara yang terdapat dan di pelajari dalam kurikulum pelajaran Pondok Pesantren kebanyakan adalah kata-kata mutiara dari para Ulama terdahulu yang keilmuannya sudah mumpuni dan telah memiliki banyak pengalaman dan pelajaran. di samping para santri memahami segala seni kehidupan dan menghafal Mahfudhzat juga agar para santri dapat memiliki pemikiran yang bagus dan memiliki karakter yang mulia.

 المحفوظات للصف الأول



-->

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

1. Siapa berjalan pada jalannya sampai.
Keterangan : maksudnya adalah barang siapa yang berjalan pada jalur yang benar-benar sesuai dengan apa yang ingin di capai, maka sampai lah ia pada tujuannya.
Himah : Maka barang siapa yang ingin mencapai pada impiannya maka pekerjaannya harus sesuai dengan apa yang ingin ia capai.

مَنْ جَدَّ وَجَد 

2. Siapa bersungguh-sungguh, mendapat.
Keterangan : Barang siapa yang bersungguh-sungguh dengan apa yang diinginkan maka dapatlah ia.
Hikmah : bukan hanya parang yang tajam yang bisa memotong batang pohon yang besar tapi parang tumpul pun dapat memotong asalkan bersungguh-sungguh.



مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

3. Siapa yang sabar beruntung.
Keterangan : Barang siapa yang dapat bersabar atas segala seseuatu maka amanlah ia dari kecelakaan karna kecerobohan dan ketergesa'annya.
Hikmah : Jika ingin beruntung dalam suatu pekerjaan ataupun masalah apapun bersabarlah dan mintalah "pertolongan" kepada Allah SWT.



مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.
Keterangan : Sesiapa kebiasaannya berbohong sehingga tertupi kejujurannya, maka sedikitlah yang ingin berteman dengannya.
Hikmah : Kejujuran adalah modal utama untuk mendapat kepercayaan seseorang, maka berkatalah jujur dan tinggalkan perkataan dusta meskipun hanya selingan/candaan.


جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

5. Pergaulilah orang yang punya kejujuran dan ketepatan janji.
Keterangan : Bersahabatlah dengan orang-orang yang punya kejujuran dan selalu menepati janjinya.
Hikmah : akhlaq yang terpuji menular dan akhlaq yang buruk pun menular, maka perbaikilah pergaulan dan janganlah bersahabat dengan orang yang buruk perilakunya sedangkan kamu tidak dapat merubah perilaku orang buruk tersebut.



مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

6. Kecintaan teman itu, tampak pada waktu kesempitan.
Keterangan : saat seseorang sedang kesulitan maka teman yang mecintainya adalah yang setia membantu dan memikul kesulitannya sampai hilang kesulitan temannya.
Hikmah : jadilah teman yang dicintai dan mencintai temannya Karna Allah, niscaya akan tumbuhlah cinta sejati.

وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

7. Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
Keterangan : Ikhtiar (Usaha), Doa dan Tawakkal kepada Allah adalah satu kunci untuk mendapat kenikmatan yang sesungguhnya.
Hikmah : janganlah berleha-leha karena kenikmatan itu disaat seseorang bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuannya dan ia mendapatkannya karena kesungguhannya.



  الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ

8. Kesabaran itu menolong setiap pekerjaan.
Keterangan : Kesabaran adalah adalah sikap terbaik saat seseorang belum mencapai impian ataupun sedang mengalami kesulitan.
Hikmah : Allah memerintahkan kita untuk meminta pertolongan kepadanya dengan sikap sabar dan tawakal dalam sholat.



جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

9. Coba dan perhatikanlah, niscaya Anda akan menjadi orang yang tahu.
Keterangan : Mencoba dan memperhatikan langsung adalah jalan terbaik untuk mengetahui sesuatu dari pada sekedar mendengar dari orang lain karena bisa benar dan bisa juga menyesatkan.
Hikmah : Gagal dalam melakukan sesuatu boleh tapi jangan sampai takut untuk mencoba.



اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

10. Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat.
Keterangan : Menuntut ilmu adalah kebutuhan pokok manusia dari semenjak buaian sampai ajal menjemput.
Hikmah : Untuk mencapai kebaikan dan keindahan di dunia dan akhirat adalah dengan ilmu, maka sudah kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak-anaknya untuk kebaikan seluruh keluarga di dunia dan akhirat.


بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

11. Telur hari ini lebih baik dari pada ayam esok hari.
Keterangan : Kesempatan hari ini lebih baik dari pada menunggu dan menunda untuk kesempatan esok hari yang belum pasti.
Hikmah : Bijaklah mengambil kesempatan agar tidak menyesal di kemudian hari.


الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
12. Waktu itu lebih mahal dari pada emas.
Keterangan : Waktu yang disia-siakan lebih merugikan daripada emas yang hilang, karena jika emas yang hilang kemungkinan akan ditemukan dan dapat diperoleh kembali sedangkan waktu tidak dapat kembali dan tidak pernah peduli kepada orang yang menyia-nyiakannya.
Hikmah : Sebaik-baik orang adalah yang setiap harinya bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, yang meninggalkan banyak tidur, yang selalu mengingat kematian dan yang melakukan aksi bukan banyak bicara.


العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
13. Akal yang sehat itu ada pada badan yang sehat.
Keterangan : Setiap akal yang yang sehat dan baik selalu ada pada jiwa yang sehat dan baik pula, begitupun sebaliknya.
Hikmah : setiap yang mempunyai akal sehat tahu akan porsi tubuhnya dan memanfaat kannya dengan semaksimalnya dengan cara yang terbaik karena tahu kelemahan dan kelebihan diri sendiri.


خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ

14. Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku.
Keterangan : Buku adalah teman yang baik di setiap keadaan, karena buku tidak akan pernah berbohong dengan isinya, sejarah dalam keadaan sebelumnya dan bisa memberikan manfaat yang tak terhingga, didalamnya adalah pengalaman dan buah pikiran yang tidak akan cukup umur kita untuk merasakan langsung semua pengalaman dan pemikiran itu.
Hikmah : Biasakanlah membaca buku dan jadikanlah Hobi karena bisa membuka akal, membuka wawasan, mencerahkan pikiran, memberikan pemahaman, mempelajari ideology, hukum dan lain lain tentang dunia.




مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
15. Siapa menanam, mengetam.
Keterangan : Barangsipa yang menanam maka pasti akan menuai hasilnya. Siapa yang tidak menanam sesuatu maka dia tidak berhak untuk mendapatkan apapun. Siapa yang tidak melakukan pekerjaannya maka dia tidak berhak untuk mendapatkan bayarannya. Siapa yang tidak melakukan kebaikan maka tidak berhak atas pahalanya.
Hikmah : Mulailah melakukan sesuatu yang menghasilkan keuntungan dan manfaat daripada melakukan sesuatu yang tidak menghasilkan apapun dan merugikan.

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

16. Sebaik-baik sahabat itu yang menunjukkan Anda kepada kebaikan.
Keterangan : Baik dan buruknya seorang teman bukankanlah karena sang teman selalu memberikan sesuatu yang menyenangkan saja atau hanya membenarkan setiap kelakuan kita saja akan tetapi yang selalu menasihati langkah kita dan selalu menunjukan kepada perilaku kebaikan, itulah teman yang baik.
Hikmah : Bergaulah dengan teman-teman yang baik, bersahabatlah dengan mereka, dan hindari teman yang menjerumuskan anda pada neraka-NYA.

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَاْلبَهَائِمِ

17. Seandainya tidak ada ilmu niscaya manusia itu seperti
binatang.
Keterangan : Jika seorang manusia tidak mempunyai ilmu untuk kebaikan kehidupannya di dunia dan kehidupannya di akhirat maka orang tersebut laksana binatang yang berjalan dengan kedua kaki.
Hikmah : Orang berilmu bukanlah orang yang memikirkan untuk kehidupan didunianya saja tetapi orang yang memikirkan untuk kehidupan di dunia dan kehidupan setelah kematiannya.



العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ

18. Ilmu di waktu kecil itu, laksana ukiran di atas batu.
Keterangan : Mencari ilmu di waktu kecil seperti mengukir di atas batu dan ingatan akan ilmu sangat kuat dan melekat.
Hikmah : kepada orang tua di rumah di anjurkan untuk mendidik anak-anaknya semenjak balita dengan mulai memberikan contoh hal-hal yang positif dan mengajarkan hal-hal baik yang sederhana, bukan menyuguhkan lingkungan yang negative karna berpengaruh kepada sikap dan karasteristik anak di masa depannya.

لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ

19. Hari-hari yang telah berlalu itu tidak akan kembali. 
Keterangan : Kesalahan yang di ketahui dan dengan sengaja dikerjakan dimasa lalu tidak dapat diulang dan diperbaiki kecuali dengan menyesali tidak mengulanginya, apalagi menyangkut orang lain, maka harus meminta maaf untuk menebus kesalahan sebelum terlambat, karena waktu tidak pernah kasihan dan akan terus berjalan meninggalkan orang yang tidak memanfaatkanya.
Hikmah : Manfaatkan lah waktu dengan sebaik-baiknya dan semaksimalnya, dan jauhilah dengan sekuat-kuatnya sesuatu yang membawa kemudharatan dan dosa.



تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

20. Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu
besar.
Keterangan : Belajar tanpa mengamalkan = siksa.
Amal tanpa mempunyai ilmu = sia – sia.
Hikmah : Maka kepada para Pendidik, Murobi ataupun Para Guru, supaya memberikan contoh yang baik dan benar dengan apa yang telah di pelajari, memberikan penjelasan yang sejelas jelasnya agar Murid merasa mempunyai dasar yang kuat dalam belajar dan melakukan isi pembelajarannya. Menuntut ilmu adalah kewajiban dan mengamalkannya juga adalah kewajiban.
Semoga tulisan kecil ini dapat menjadi manfaat bagi kita semua.
harapan dari tulisan ini semoga cita-cita untuk menjadikan tulisan ini menjadi sebuah buku kecil tapi bermanfaat besar dapat cepat terwujud.
masih banyak tulisan yang lain yang masih bisa untuk berbagi, tunggu kelanjutannya ya... 
salam Admin Muhammad Nasrullah.
nas.lima5@gmail.com
Posting Komentar