Page

Kamis, 05 April 2012

Rabbi Weiss: Zionis Bajak Agama Yahudi

Tanggal 30 Maret 2012 adalah tanggal yang ditetapkan untuk puncak acara Global March to Jerusalem (GMJ) yang bertepatan dengan 36 tahun peringatan “Hari Bumi Palestina” dimana pada tahun 1976 terjadi pengusiran warga Palestina di daerah Galilea dari tanah mereka dan menelan korban jiwa dari pihak warga Palestina.
Pagi, Jumat, 30 Maret 2012, lebih dari  200 orang delegasi GMJ yang berasal dari 24 negara diantaranya ; Indonesia, Malaysia, Filipina, Jepang, India, Pakistan, Afganistan, Iran, Azerbaijan, Tajikistan, Bahrain, Turki, Palestina, Lebanon, Spanyol, Rusia, Italia, Jerman, Inggris, Austria, Belanda, Argentina, Kanada dan  Amerika Serikat berangkat menggunakan 5 buah bus dari Beirut menuju ke daerah Lebanon Selatan untuk mengikuti acara puncak GMJ yang dipusatkan di Beaufort Castle, Nabatieh.
Sedianya puncak acara akan ditempatkan di sebelah selatan sungai Litani di dalam wilayah “Blue Line” -suatu wilayah yang disepakati oleh Israel dan Lebanon dimana masing-masing tentara tidak boleh saling menyeberang, yang lebarnya sekitar 2 km sepanjang perbatasan- namun pemerintah Lebanon tidak mengijinkan dan hanya mengijinkan pelaksanaan acara di Beaufort Castle tepat di garis “Blue Line” wilayah Lebanon Selatan.
Beaufort Castle merupakan bukit yang kanan kirinya adalah lembah, sebelah selatan adalah wilayah palestina (pendudukan) dan sebelah utara wilayah Lebanon, dari atas bukit tersebut kita bisa melihat wilayah pendudukan Israel walaupun jaraknya sekitar 2 km. Mendekati wilayah Nabatieh, tentara Lebanon lengkap  dengan panser dan senjata laras panjang sudah berjaga-jaga di sepanjang jalan, bahkan mereka sempat memberhentikan bus rombongan untuk  meminta menunjukkan paspor. Sekitar 3 km mendekati bukit  Beaufort Castle,  pemandangan peunungan indah,  ratusan bus dengan model yang hampir sama  parkir berjajar rapi sepanjang jalan.
Rombongan GMJ memasuki Beaufort Castle sekitar jam 14.00 waktu setempat, telah berkumpul puluhan ribu masyarakat Lebanon lengkap dengan spanduk dan bendera Palestina, Hizbullah dan Lebanon. Lapangan di atas bukit yang luasnya sekitar 4 kali lapangan bola penuh dengan lautan manusia.
Yang paling menyedot perhatian baik wartawan maupun peserta adalah hadirnya 4 orang rabbi yahudi yang mewakili  organisasi Neturei Karta Amerika Serikat, Inggris dan Kanada memakai pakaian hitam-hitam lengkap dengan topi tinggi dan jenggot panjang serta mengenakan kartu tanda pengenal di dadanya yang betuliskan “ Judaisme  Rejects Zionism and  the Zionist State”   “ A Jew Not A Zionist” dalam tiga bahasa Inggris, Arab dan Armaic.
Neturei Karta yang dalam bahasa Armaic berarti “sang penjaga kota” didirikan di Jerusalem pada tahun 1938, namun kemudian berpindah ke luar setelah Israel menduduki Palestina tahun 1948, saat ini komunitas mereka berpusat di Amerika Serikat dan Inggris. Neturei Karta adalah komunitas Yahudi Ortodoks yang dari awal berdirinya menentang Zionisme dan pemerintahan Jahat Israel.
Dalam sambutannya pada acara puncak Global March to Jerusalem, di Beaufort Castle, Lebanon Selatan, Rabbi Yisroel Dovid Weiss mengatakan bahwa Zionis Israel telah membajak agama Yahudi dan menggunakannya sebagai alat untuk menindas bangsa Palestina. Ajaran Yahudi mengajarkan umatnya kesalehan, anti kekerasan dan anti penindasan. Kita umat Yahudi di seluruh dunia dan yang didalam wilayah pendudukan Israel sangat dirugikan oleh aksi-aksi jahat Israel. Zionis adalah musuh kita bersama baik Umat Islam, Kristen maupun Yahudi. Dan dengan
cukup fasih Rabbi Weiss menutup sambutannya dengan mengatakan  “Insya Allah…Insya Allah… very soon …Palestine Must be Free!!
Feroze, kordinator GMJ India mengatakan, tujuan kapanye kita adalah membebaskan Jerusalem dan seluruh tanah Palestina dari kolonialisme Israel, GMJ adalah gerakan sipil lintas agama dan negara, seluruh dunia bergerak membebaskan Jerusalem. “Its over, era zionisme sudah kolapse, kolonialisme sudah berakhir

GMJ VIA DARAT; Indonesia-Pakistan-Iran-Turki-Libanon-Jordania
Posting Komentar